Author : Ajeng Dwi Novitasari a.k.a Yoonyi chan
Main
Cast : ** Song Taemin(lee Taemin
SHINee) ** Song Joongki
** Song Yoonyi **
Kim Yoona
Support
Cast : ** Park Sehun ( sehun Exo) ** Cho
Theena
Lenght : Sequel
Rating : G
Genre
: Life , Friendship, Love , Family
A.N : Anyeong
^^,,,, FF sequel ku,,sebenarnya ada banyak sequel lain yang masih ngendep di
topie(laptop) yang lagi rusak dan ada beberapa di tabie(tab) yang belum
selesai. Mohon maaf kalo part selanjutnya agak lama karna lagi disibukan urusan
sekolah karna bentar lagi ujian nasional. Yup,,,author 98’line, kelas 9.
Selamat membaca ^^
...............
Keep
smile evertough it hurts_taem^^ HAVE A NICE READ
THE
CAST :
** Song Joong Ki
Namja tampan pemilik cafe kecil di
daerah Hongdae sekaligus seorang wakil direktur J.K Coorporation di daerah
distrik,Kangnam. Sifat : Lembut, berpendirian teguh, care dan mudah mengalir.
Adalah tipikal namja yang mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang lain.
Sifatnya yang care kepada semua orang kadang membuat orang didekatnya salah
mengartikan kepeduliannya. Sangat sulit untuk membedakan antara sikap biasa dan
sifat khususnya pada seorang Yeoja (
wanita ) .
Namja berumur 24 tahun dan merupakan anak
tertua dari keluarga Song . Adik laki-lakinya bernama Song Taemin.
**
Song Taemin
Namja imut dan manis yang merupakan
mahasiswa Hae On University jurusan Broadcast music. Adik dari Joongki dan
merupakan tipikal adik yang penurut dan penuh kasih sayang , namun ia
mengekspresikannya dengan cara nya sendiri. Sifatnya sangat gentle dan ceria.
Berperasaan halus, penurut dan sedikit manja . Namun sangat sulit baginya
mengontrol emosi saat ia merasa menyusahkan orang lain atau saat ia sedang
marah. Karna hal yang paling ia benci adalah menjadi beban bagi orang lain.
Juga mudah marah pada orang yang penting baginya .
Namja berumur 21 tahun dan anak bungsu
dari keluarga Song .
**
Park Sehun
Namja dengan sifat dingin dan kasar ,
juga terkesan seperti makluk yang tidak berperasaan pada orang yang membuatnya
merasa tidak nyaman . Namun , hal itu bisa berubah drastis pada orang yang
membuatnya nyaman . Sehun adalah mahasiswa Hae On university jurusan
kedokteran. Sangat acuh pada yeoja-yeoja yang berlebihan dalam bertingkah dan
bersikap, namun sangat sopan pada orang yang lebih tua darinya .
Sehun adalah Namja yang ahli dalam hal
memperlakukan yeoja dengan baik maupun menyakiti yeoja dengan sangat
mengerikan. Karna dari keluarga kaya , Sehun paling sering mengganti Style dan
kepribadiannya . Umur 22 tahun dan adalah sahabat kecil Taemin .
**
Kim Yoona
Yeoja ceria yang selalu hidup dengan
bersemangat. Kepribadian hingga cara hidupnya sangat sederhana , dan selalu ada
bagi siapapun yang membutuhkannya . sulit baginya untuk beradaptasi dengan
orang lain namun sangat profesional dalam semua hal yang dilakukannya.
Satu-satunya kelemahan Yoona adalah ia tidak mengerti tentang cinta dan lemah
dalam menghadapi semua masalah yang
berhubungan dengan cinta .
Mahasiswa Hae On university jurusan
sastra bahasa , berumur 23 tahun .
**
Song Yoon Yi
Yeoja baik hati dan sangat peduli
dengan lingkungannya. Namun, memiliki sikapnya terkadang lebih mementingkan
diri sendiri . Yoonyi selalu menjadi pusat perhatian karna sifatnya yang ramah
, sopan dan berpikiran cerdas .
Yoon yi memiliki kesulitan dalam
mengerti dirinya sendiri dan juga dalam menujukan perasaan pada orang yang
penting baginya. Ia lebih memilih memendam perasaanya daripada menjadikan
hubungannya dengan orang lain menjadi canggung. Sangat pandai menilai dan
mengerti perasaan orang lain namun acuh
disaat yang sama. Jika berbuat sebuah kesalahan , hal itu akan
diingatnya hingga mati. Yoonyi adalah mahasiswa Hae On University jurusan
kedokteran. Umur 23 tahun dan merupakan anak tunggal .
**
Cho Theena
Yeoja beperasaan halus yang paling
tidak suka di acuhkan , diremehkan , dan dihina orang lain. Theena adalah putri
tunggal pemilik perusahaan besar di New York. Gaya hidupnya sangat mewah dan
up-to-date , tidak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Theena sangat
peduli dengan perubahan model pakaian , sehingga membuat banyak orang
tercengang setiap saat.
Baginya, sangat mudah untuk mendapatkan
apapun yang ia inginkan, kekayaan dan kecantikannya selalu membuat semua namja
menyukainya. Sehingga sangatlah mudah baginya untuk menggaet siapapun yang ia
sukai dan membuang saat sudah bosan . Theena adalah mahasiswa Hae ON University
jurusan Desain. Umur 23 tahun dan merupakan anak tunggal .
PART
I :
” Aku muak dengan yeoja murahan yang suka
mengerubungi makanan mewah sepertimu “
****PART I*****NICE TO MEET YOU ^^*******
Kling....kling.....
Suara
gemercing bel memenuhi seluruh ruangan
begitu Yeoja itu mendorong pintu kayu
itu perlahan. Bola matanya kini sibuk menjelajah setiap sudut cafe dengan
cermat, dan seperti yang ia duga tempat ini selalu sepi saat tengah hari .
Aroma khas kopi tercium indranya,
menyingsing kepenatan menjadi sebuah perasaan lega. Hilir mudik terlihat
lenggang, membuat siapapun tidak akan percaya bahwa cafe ini berada di daerah
anak muda korea, Hongdae.
Setidaknya,
hidup memang harus terus berubah .
Pikir yeoja
itu sambil melangkahkan kaki jenjangnya ke dipan kayu yang berdecit karena
massa tubuhnya. Manik matanya kini tertuju pada satu sudut, dimana ada kursi
berdiri manis dibalik sekat berwarna coklat yang berfungsi sebagai pembatas.
Warna coklat mendominasi cafe ini, mulai
dari furnitur hingga seragam para pelayannya. Yeoja itu menarik kursi dan memberi ruang tubuhnya untuk duduk,
lalu merapatkan diri ke meja kecil di depannya.
“
Selamat datang di J.K BrownCafe, ada yang bisa saya bantu ? “ , suara datar
namun terkesan lembut itu menyambutnya ramah, lengkap dengan senyum tipis
pemilik suara yang kini berdiri tepat di depan Yeoja itu.
“
J.K Brown latte dan J.K Brown Chococake “ , yeoja itu menyahut tanpa banyak
berpikir, seolah jawaban itu sudah tertahan lama di ujung lidahnya. Yeoja itu mendongak dan tersenyum pada namja di depannya.
“
Ada hal lain yang bisa saya bantu ? “
“
Tidak ada “
“ Baiklah, saya permisi “ , sahut namja itu seraya menunduk hormat,
lalu melenggang masuk ke ruangan yang yeoja itu yakini sebagai dapur. Kim
Yoona, yeoja itu tersenyum manis
begitu sosok namja itu menghilang.
“
Boleh aku menanyakan sesuatu ? ” , Yoona berucap pelan seolah berbicara
pada namja yang tak terlihat dimana
pun itu . “ Aku selalu datang ke cafe ini
5 tahun terakhir, apa kau sadar akan hal itu ? “ .
~~~~~~~~~~~~~~~~
Cho
Theena.
Satu
nama yang selalu terngiang dalam memori namja
yang sibuk memainkan bingkisan buah di tangannya , kejadian lama itu
ternyata telah meninggalkan sebuah perasaan bersalah di jiwa dingin Park Sehun.
Namja
itu memegang tengkuknya gelisah, tak henti-hentinya ia menghela napas
panjang karena yeoja itu. Namun, lamunannya
sirna begitu sosok wanita dengan kerutan yang jelas di wajahnya muncul dan
membuat Sehun terlonjak, lalu tersenyum manis pada wanita yang tersenyum haru
di hadapannya .
“
sehun-kun “ , sapa wanita itu
lembut.
“
aku pulang, Mama “ , ucap Sehun. Dalam bahasa Jepang.
~~
“
bagaimana sekolahmu ? baik ? “ ,nyonya Miry meletakan shasimi dari sumpitnya
ke mangkuk nasi Sehun yang lalu menangguk untuk menjawab pertanyaan ibunya.
“
Mama, aku merindukanmu “ , ucap Sehun dengan ekspresi polosnya. Sungguh, ia
terlalu merindukan wanita di depannya hingga ia rela pergi jauh ke Jepang hanya untuk menemui wanita itu.
“
Kapan kau kembali ke korea ? Ayahmu
pasti khawatir “ , nyonya Miry meletakan potongan daging ikan ke mangkuk
Sehun yang hanya menghela napas pelan mendengar ucapan ibunya.
“
Apa kau ingin anakmu ini pulang secepatnya ? Aku bahkan belum sempat pergi ke rumah nenek “ Sehun mengambil sumpitnya dan memakan potongan
ikan di mangkuknya. Nyonya Miry hanya mendesah ringan.
”
Tidak perlu , Mama akan menyampaikan salammu pada nenek. Tapi, kau harus
kembali secepatnya. Ayah dan ibumu akan khawatir “ , tegas Nyonya Miry
meskipun ia tahu Sehun akan tersakiti dengan kalimatnya.
“
Ibu ? siapa ibu yang Mama maksud ? “
“ Kau pasti tahu siapa , jadi pulanglah secepat mungkin “ Nyonya miry memaksakan senyum sambil terus
memerhatikan sehun yang mengunyah makanannya pelan. Namun, tak lama perhatian
Nyonya Miry beralih pada gaya pakaian yang dikenakan putranya.
“
Sehun-kun, kau mengganti gaya pakaianmu lagi ? apa Sehun ku mempermainkan
seseorang lagi ? “ , Nyonya Miry menyumpit nasi dan mengunyahnya pelan.
Menunggu jawaban dari Sehun yang sibuk memainkan nasinya.
“
Sepertinya begitu “ , jawab Sehun lalu menyumpit daging dan memasukannya
dalam mulutnya.
“
Sehun-kun “ , panggil Nyonya Miry
lirih lalu meletakan sumpitnya. Namun, Sehun pura-pura tak peduli dan tetap
sibuk dengan makananya.
“
Ng,,,kenapa ? “
“ Bisakah kau berhenti
mempermainkan wanita demi Mama ? “ , Nyonya Miry menatap putranya penuh harap. Namun,
sepertinya ia tak bisa berharap banyak saat Sehun hanya menatap nasinya tajam.
“
Lalu, aku akan memberikan harapan palsu pada mereka ? menyakiti orang lain
dalam arti yang sebenarnya ? membuat orang lain tersiksa karna sadar bahwa
cinta itu buta dan menyakitkan ? “
“
Cinta tidak seburuk itu sehun-kun, “
“
Jika cinta memang seindah yang orang lain katakan ,,,” Sehun mendongak dan
menatap ibunya . “ Kenapa Mama harus
hidup menderita seperti ini ? Jika cinta seindah yang selalu mama katakan,
kenapa aku tidak mengerti apapun tentang itu?” , Sehun kembali menunduk dan menatap butiran
nasi yang seolah mengejeknya.
“
Aku takut cinta itu akan kembali menciptakan rasa sakit , mama ! , dan itu akan
menciptakan banyak yeoja seperti mama. Yang dibutakan pidato sakral penyebar
cinta, yang tertipu rayuan manis penjahat cinta lalu pada akhirnya terdiam
penuh penyesalan sepanjang akhir hidupnya. ” Sehun bangkit , “ Seperti mama “ lanjutnya. Dengan nafas sedikit tersengal, namja itu
membungkuk hormat pada wanita yang menatapnya nanar.
“
Maafkan aku mama, aku tidak bisa “ .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“ Kau
datang ke cafe itu lagi ? “ , Yoonyi, yeoja itu tersenyum tipis pada Yoona
yang sibuk membolak balik modul mata kuliahnya dengan cepat. Hanya fokus pada
gambar anatomi tubuh manusia tanpa ada keinginan untuk mempelajarinya lebih
jauh.
“
tidak “ , jawab Yoona berbohong. Tentu saja yang dibohongi hanya tertawa.
Sangat mudah mengetahui ketidakjujuran seorang Kim Yoona.
“
baiklah,,,,” , Yoonyi menangguk
dengan ekspresi yang dibuat-buat.
“ aku
tidak bohong” , tandas Yoona
setengah berteriak.
”
baiklah ! kau ingin aku menjawab apa ? “ , Yoonyi menahan senyumnya lalu menyambar buku
ditangan Yoona. “Aku ada kuliah hari ini “, Yoonyi memasukan bukunya kedalam tas
lalu menatap Yoona yang sibuk melamun.
“
Dan hari ini, aku harus pergi ke suatu tempat “ , lanjut Yoonyi.
“
Yoonyi-yah, apa kau tau Park Sehun itu siapa ? “ Yoona mendadak teringatkan
sebuah nama yang akhir akhir ini berkelebatan di kepalanya. Yoonyi menangguk.
“
Dia Juniorku , memangnya kenapa?”, Yeoja itu tampak menimbang sesaat, namun
akhirnya hanya menggeleng.
“
Tidak ada, hanya penasaran saja, dan Oh! “ Yoona tampak terkejut begitu
melirik arjolinya. “ Aku ada janji dengan Theena, kau ! semoga harimu menyenangkan “ .
Yeoja itu segera berlari lewat pintu
bertuliskan EXIT sedikit terburu-buru, sementara Yoonyi hanya mampu terdiam di
tempatnya.
Dan, Oh!, Yeoja itu sedikit menyesal karna telah membohongi sahabatnya
sendiri. Sebenarnya ia tidak ada jadwal kuliah hari itu, tapi ia benar-benar
harus pergi ke suatu tempat. Sendirian.
~~~~~~~~~~~~~~`
Alat pendeteksi detak jantung, tirai
transparan, tabung oksigen, pelembab udara, masker oksigen dan selang selang
tersusun rapi di ruangan sempit itu. Diluar ruangan, beberapa orang tampak lalu
lalang tanpa mengetahui perjuangan Namja di dalam ruangan itu.
Ya! Sosok namja yang tetap bernafas
terlihat dari dadanya yang naik turun, serta uap air yang memebasahi masker
oksigennya. Jantung milik sosok itu tetap berdetak walaupun lemah. Dan suara
alat pendeteksi jantung terdengar nyaring menggema diruangan sempit itu. Namun
setidaknya, suara itu mampu menjelaskan bahwa sosok itu masih hidup.
Perlahan, suara kenop pintu yang
berputar terdengar. Diiringi munculnya sosok Yeoja yang menyunggingkan senyum begitu menutup pintu dengan
perlahan, khawatir suaranya membangunkan Namja
itu.
Seperti yang ia duga, namja itu masih tertidur. Tetap sama
dengan keadaannya 3 hari yang lalu, setelah ia menjalani operasi ke-7 nya.
Yeoja
itu mendesah ringan, ia selalu merasa sesak menyadari penderitaan namja dihadapannya tak kunjung berakhir.
Walaupun 3 tahun berlalu, nampaknya penyakit itu enggan pergi dari tubuh kurus
itu. Tubuh yang terlalu ringkih.
Yeoja
itu bergerak perlahan, mendekati ranjang namja itu dan berhenti tepat di sampingnya. Ia menarik kursi kecil
tak jauh dari tempatnya berdiri, lalu duduk sambil terus menyunggingkan senyum.
Ia memandangi wajah namja yang
semakin pucat setiap harinya, lalu tangannya menyentuh telapak tangan yang
sedingin es itu sedikit gemetar.
“
Taemin-ah”, panggil yeoja itu
lirih, lalu menggengam telapak tangan sosok itu semakin erat. Rasa dingin
menjalar ke seluruh tubuhnya, tanpa
sadar air matanya luruh begitu saja. Yeoja
itu menarik jemari sosok itu dan menempelkannya di pipi kananya.
“ Kenapa tanganmu dingin sekali ? “ ,
gumam Yeoja itu lirih, lalu mengelus
telapak tangan sosok itu pelan.
“
Aku merajut sarung tangan untukmu,” ,
Yeoja itu menatap wajah polos itu walaupun pandangannya mulai tak jelas
karna tertutup butiran air matanya. “
Musim panas belum berakhir, tapi kenapa aku selalu kedinginan ?” , Yeoja itu terus bergumam. Walau ia tau
ia seperti berbicara pada batu, itu lebih baik daripada tak ada tempat untuk
diajak bicara. Butiran air mata semakin deras membasahi wajahnya. Bahkan, ia
tidak bisa lagi menahan isakannya.
“
Apa mungkin kau sama kedinginannya denganku ? ” , Yeoja itu mengeratkan
genggamannya. “ Aku benar-benar merindukanmu Taemin-ah, sungguh “ , Yeoja itu
menenggelamkan wajahnya ke badan sosok
itu. Menangis sepuas-puasnya hingga ia tak menyadari seorang namja memperhatikannya dari balik pintu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alunan musik klasik mengalun lembut di
dalam mini bar itu, membuat para pengunjung semakin terlena untuk menambah
porsi Vodka atau Rum tanpa banyak berpikir. Setidaknya itu adalah ide brilian
untuk menaikan omzet bar itu.
“
HEI,, MIR! Boleh aku tambah Vodkanya lagi ? “ ,, Theena, yeoja itu melambaikan tangan pada
bartender muda yang hanya menangguk lalu berlalu ke tempat penyimpanan minuman
keras dibelakang bar. Tak lama, sosoknya muncul sambil menenteng sebotol
minuman yang diminta yeoja itu.
Bartender itu menuangkan cairan coklat
bening itu ke cangkir kecil di hadapan Theena, yang hanya sibuk memainkan
Handphone flip merahnya.
“
Aishh,,,Kim Yoona !! aku menyuruhmu datang 30 menit lebih awal “ ,,Theena menutup flip merahnya dan mulai fokus
pada cangkir dihadapannya. Sejenak , ia
teringatkan kejadian beberapa hari yang lalu, yang sukses membuatnya hampir
gila sekarang.
#flashback
“
HEI,, Nona “ Theena terkejut
setengah mati saat sosok yang ia ikuti setiap hari itu mendadak berbalik,
menunjukan sorot matanya yang mengulitinya hidup-hidup. Theena hanya bisa
terdiam di tempatnya saat sosok itu berjalan ke arahnya.
“
Ng,,,aku ? “ , Theena tertunduk.
Hening sesaat, Sehun, namja itu mendengus kesal tepat di
hadapannya. Lalu mencengkram bahu Theena kuat-kuat.
“ Berhenti mengikutiku, kau pikir aku suka
diikuti penguntit “ Ucap Sehun
tajam, tanpa dialog pembukaan atau salam. Namja
itu lalu melepas cengkramannya, dan menatap yeoja didepannya lekat-lekat.
“
aku muak dengan yeoja murahan yang suka mengerubungi makanan mewah sepertimu,
kau tau ? “ , Sehun mendecak pelan , lalu mendekatkan wajahnya ke telinga
Theena.
“
Jika kau masih punya harga diri, berhenti mengikutiku. Berhenti bertingkah
bodoh dan memperlakukan orang lain seolah orangtuamu tidak mendidikmu, atau
jangan-jangan,” Sehun menjauhkan
wajahnya lalu tersenyum sinis. “ Orang
tuamu tidak mendidikmu ? “ lanjut Sehun lalu mengalihkan pandangannya.
“
Benar juga, lagipula hanya anak dari keluarga berantakan yang akan berperilaku
rendah “ , hina Sehun , membuat Theena mendongak saking terkejutnya. Namun,
Sehun tetap sama. Menatapnya tajam, lalu berbalik daan melangkah pergi seolah
ia melakukan hal yang benar.
#flashback End
Theena mengacak rambutnya frustasi,
lalu meneguk minuman pahit itu dalam sekali tegukan. Rasa pahit itu kini memenuhi indra perasanya, namun ia tak
peduli.
Yeoja
itu hendak menuang vodka lagi saat tangannya tertahan oleh sesuatu.
“
Jadi, tempat untuk melepas stresmu, di tempat ini ? “ , Yoona, Yeoja itu mendecak kesal .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“ Minum
! “ Yoona menyodorkan sekaleng kopi hangat yang baru dibelinya dari mesin
minuman di dekat taman. Theena segera menyambarnya lalu kembali menunduk.
Udara terlalu panas hari ini, namun
entah kenapa Yoona malah membeli kopi hangat, batin Theena sedikit penasaran.
Namun, ia tak ingin menanyakan hal itu sekarang. Kepalanya terasa begitu penuh
sampai ia tak mengerti apa yang berputar dikepalanya sekarang.
Theena membuka minuman hangat
ditangannya, lalu memandanginya. Coffe Latte. Ia tentu tidak akan lupa jika
Yoona adalah penggemar berat kopi, terutama Latte. Theena lantas menyesapnya
ringan, merasakan hangatnya minuman itu ditenggorokannya, lalu lambat laun
mulai mengembalikan kesadarannya.
“
Park Sehun lagi?” tanya Yoona saat yakin yeoja di sampingnya telah sadar dari mabuknya.
Theena mendesah ringan, lalu menangguk.
Ia memang berharap bisa menyimpan segala hal buruk itu sendiri, tanpa perlu
melibatkan orang lain. Namun, itu adalah hal yang mustahil dilakukan seorang
Cho Theena.
Perlahan, Theena mulai menceritakan
semuanya dengan detail, bahkan sangat detail. Yoona hanya bisa terdiam walaupun
jujur ia merasa sangat marah saat sadar apa yang dihadapi Theena memang bukan
hal mudah. Namun, ia juga tidak bisa menyalahkan Sehun sepenuhnya.
Tidak ada yang bisa disalahkan jika
sudah seperti ini ceritanya, Yoona membatin.
Akhirnya, Yoona memilih tidak peduli. Lagipula, bahkan jika ia ingin
membantu , tidak ada hal yang ia lakukan.
“
Aku tidak mengerti apa sebenarnya yang
salah dariku, Yoona-yah “ , ucapan
Theena mengejutkannya. Yoona kini menatap sahabatnya yang ternyata sedang
menangis itu, lalu merengkuhnya pelan.
“
Hei, hei,,! Tidak ada yang salah denganmu, ia hanya belum bisa mengerti
perasaanmu padanya “. yoona menepuk punggung Theena pelan, berusaha
menenangkan yeoja yang tidak berhenti
menangis itu.
“
Tapi, apa kau yakin ia peduli bahkan jika mengetahuinya ? “ , Theena
berucap sambil terisak.
“
Of course “ jawab Yoona mantap. Walau sebenarnya ia juga meragukan ucapannya
sendiri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Matahari musim gugur sudah naik,
menerobos masuk jendela yeoja yang
masih berkenala dalam mimpinya. Namun, siluetnya memanas seiring berjalannya
waktu, membuat yeoja itu menggeliat
dan merapatkan selimutnya.
Jam terus berdetak, menggurlirkan waktu
menuju sebuah keadaan baru, yang berbeda dengan ihari kemarin. Matahari semakin
naik dan menyapa yeoja itu lagi. Kali
ini tidak ramah, cahayanya begitu terik dan panas hingga membuat yeoja itu bangkit dari tidurnya lalu
terduduk di sisi ranjang.
Namun, bukannya bangkit , ia malah
menangkat lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya. Rasa
putus asa menyeruak alam sadarnya, membuat yeoja
itu mendesah pelan lalu mengangkat pandangannya.
Sudah 1 bulan sejak operasi terkutuk yang
sangat ingin dihindarinya itu, namja itu
tak kunjung terbangun dari tidurnya. Entah apa yang terjadi, bahkan dokter
hebat dari luar negeri pun tak bisa berkata apapun.
Yeoja
itu menurunkan kakinya menyentuh ubin kayu yang sedingin es di bawahnya.
Musim gugur sudah datang, batin yeoja itu.
Pandangannya kini tertuju pada sarung tangan yang tergantung di dinding kayu
tua yang mulai memudar warnanya, lalu tersenyum.
“
Apa anak itu masih memakainya ? “ tanyanya pelan, lalu bangkit.
Ia harus pergi ke rumah sakit hari ini,
harus.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yoona
meniup tangannya yang mulai membeku, entah mengapa ia kembali
meninggalkan sarung tangannya di rumah di saat yang penting seperti ini. Telapak tangannya memerah, hawa dingin
benar benar tidak ramah padanya hari ini.
Entah berapa kali iris matanya menatap
ke berbagai tempat, ia selalu dapat menangkap bayangan Caffe didepannya.
Beberapa detik kemudian, ia berbalik saat sesosok namja dengan coat coklat tergesa-gesa keluar dari sana, lalu
berlari ke mobil silver yang terparkir di depan Cafe itu.
Setelah yakin sosoknya sudah pergi, Yoona
berbalik dan menghela nafas lega melihat mobil silver itu semakin menjauh.
Tanpa sadar, Yoona tersenyum tipis lalu
melanjutkan jalannya.
~~~~~~~
“
Annyeong ^^”, Theena menyapa ramah
begitu Yoona duduk didepannya. Bola matanya menelisik ke segala penjuru
perpustakaan, namun sosok yang ia cari tidak kunjung terlihat.
“
Yoonyi mana ?” tanya Yoona akhirnya.
“
Dia harus pergi ke suatu tempat. “ jawab Theena cepat tanya beralih dari
buku dihadapannya sedikitpun. Bibirnya melantunkan sebuah nada. Kedua kakinya
berayun-ayun pelan. Tampaknya cuaca buruk bukanlah sebuah masalah bagi Cho
Theena yang omong-omong memakai pakaian tipis di hari sedingin ini.
Setidaknya, ini lebih baik dari hari
itu, batin Yoona.
“ Dia
selalu pergi akhir-akhir ini, membuat khawatir saja “, Yoona mencibir. Ia
benar-benar penasaran apa yang dilakukan yeoja
itu.
“
kenapa aku tidak melihat Park Sehun hari ini ?” , walau samar Yoona dapat
mendengar gumaman Theena yang terdengar menyedihkan baginya. Yoona hanya
menghela nafas pelan lalu menatap Theena yang sibuk membolak balik buku di
hadapannya.
“
Kau masih menyukai Park Sehun “, tanya Yoona lembut. Sebenarnya ia ingin
sekali Theena melupakan sosok Sehun yang dicintainya tewas-tewasan itu, tapi
itu tidak akan membantu karna setelahnya akan sangat sulit melihat senyum
diwajah yeoja yang kini menatapnya
sendu.
Theena melengos, lalu menangguk pelan.
“ Ng,,aku menyukainya “ , aku Theena
dengan segurat senyum kecil di wajahnya. Mungkin itu terlihat manis bagi orang
lain, namun terlihat menyedihkan bagi
Yoona.
“
Woah,,,aku benar-benar penasaran sebenarnya Park Sehun itu makhluk apa “ Yoona
mengomel heboh sambil mengipasi wajahnya
yang mendadak panas. Theena hanya tertawa kecil lalu kembali fokus pada
bukunya.
Jatuh
cinta itu indah, jadi jangan pernah takut jatuh cinta. Hadapi saja, cinta itu
akan menghidupkan semua sel mati dan menjaganya tetap hidup.
Kalimat itu kembali terngiang dikepala Yoona.
Kalimat sakti yang mampu membuat Yoona tersenyum se-menyebalkan apapun Theena
dan Sehun dimatanya. Dan tentu, alasan Theena hidup hari ini adalah Sehun.
“
Tapi, aku penasaran sekali tentang Yoonyi, selama ini ia tidak pernah berbicara
apapun jika ada hubungannya dengan hal ‘itu’ “ , Theena mendadak menutup
bukunya dan berlagak serius sambil menatap langit-langit.
Yoona hanya mengernyit, hal ‘itu’?
ah! Jatuh cinta ?
“
benar juga” , Yoona mengangguk setuju. “
apa ia tidak pernah jatuh cinta ?” .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Suara derap langkah menggema disepanjang
koridor rumah sakit yang mulai tersentuh cahaya matahari pagi yang begitu
terik, hingga akhirnya berhenti di sebuah bilik bernomor 177-B2. Seorang dokter
membetulkan letak kacamatanya dan menarik nafas dalam sebelum akhirnya membuka
pintu bilik.
“
Seonsengnim “, seorang wanita berusia 40-an itu segera menghambur kearahnya
begitu pintu terbuka. Wanita itu terlihat sangat khawatir dan kelelahan, dan
itu tentu membuat pria yang dipangginya seonsengnim
itu menghela nafas lagi.
Keluarga
ini sangat luar biasa, batin dokter Jang. Dokter pribadi Lee Taemin, putra
Nyonya Lee yang kini menangis sesegukan begitu melihat pria yang dianggapnya
malaikat penyelamat selama ini.
“
Taemin-ku, bagaimana keadaan Taemin-ku Seonsengnim ?” , nyonya Lee menangis
histeris melihat pria itu tak bisa berkata apapun. Dokter Jang hanya menunduk
sedalam-dalamnya, mengisyaratkan penyesalan yang teramat sangat. Begitu juga
dengan beberapa dokter di belakangnya.
“
Taemin-ah,,,Taemin-ah ,,,Ah!!” , Nyonya Lee menangis histeris sambil
memukul Jang Seonsengnim yang hanya mampu menggeleng frustasi.
“
Eomma,,geumanhaeyo ( tolong hentikan ),,” , seorang namja iyang sedari tadi hanya terdiam itu kini merengkuh Nyonya
Lee, menepuk pundak wanita yang paling dicintainya.
Tidak ada yang bisa dilakukan lagi.
“
Mul, mul, ( air, air ) “ , mendadak terdengar rintihan pelan yang sontak
membuat seluruh orang terlonjak kaget dan segera menghampiri pasien yang kini merintih tak karuan.
Terutama Nyonya Lee yang segera menghambur dan memeluk putranya itu penuh haru.
“
Aigoo,, terima kasih,,,terima kasih “ , kalimat itu tidak berhenti terucap
dari lisan Nyonya Lee yang sibuk memeluk putranya erat-erat. Tak ada satupun
kalimat yang bisa menggambarkan betapa bahagianya keluarga itu sekarang.
“
Gumawo adeul,,( terima kasih anakku ),,,gumawo uri Taeminee” , gumam Nyonya Lee tepat ditelinga putranya
yang hanya bisa tersenyum tipis. Akhirnya ia kembali, benar-benar kembali.
“
Eomma, aku haus”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“ NAE ??
JINJJA-YO SEONSENGNIM,,JEONGMAL GAMSAHAMNIDA,,,GAMSAHAMNIDA “ , Yoonyi
membungkuk heboh sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, seolah ponsel itu
adalah orang yang ditelponnya.
Ia tak peduli berapa pasang mata yang
kini menatapnya sambil tertawa geli atau menghinanya, tentu saja! Berita paling
membahagiakan dihidupnya telah ia dengar sendiri.
Yoonyi segera memasukan ponsel flip
birunya dan berlari secepat yang ia bisa.
~~
Tok..tok..tok..
Taemin,
namja yang sedari tadi sibuk menatap
keluar jendela itu mengalihkan pandang ke arah pintu yang masih tertutup rapat.
Beberapa detik ia menunggu, namun akhirnya hanya mengangkat bahunya pelan.
Berusaha meminta pada diri sendiri agar tidak memunculkan fantasi horornya.
Tok..tok..tok..
Lagi.
Taemin kembali menatap pintu itu lagi.
“
Masuk “ , Taemin memaksakan pita suaranya bekerja.
Kreeek.
Akhirnya
pintu terbuka. Hingga akhirnya muncul seorang yeoja yang selalu datang dalam bunga tidurnya itu. Menatapnya penuh
rindu yang teramat sangat hingga dapat ia rasakan.
“ Taemin-ah “ , panggil sosok yeoja yang
kini berdiri di ambang pintu itu lirih. Langkahnya masih terasa berat, tak
percaya sosok yang selalu ia lihat tertidur seperti tidak akan bangun lagi itu
tersenyum padanya.
Yeoja
itu melangkah mendekat dan segera memeluk Taemin yang hanya bisa memejamkan
matanya perlahan. Sungguh, ia tidak bisa melakukan hal yang lebih dari itu.
“
Neo Gwenchana ? “ , yeoja itu mengusap
penutup rambut namja yang hanya bisa
menggerakan kepalanya lemah sebagai jawaban.
“
Kau mengenalku kan ?” , yeoja itu
kembali bertanya. Membuat namja itu
kembali menggerakan kepalanya.
Yoonyi, yeoja itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah namja yang selalu membuatnya khawatir
itu sambil tersenyum.
“
Duduklah, Noona” , pinta Taemin dengan suara seraknya. Bahkan terdengar
asing seolah ia adalah orang yang baru mempelajari bahasa korea. Tapi, Yoonyi
tidak peduli, malah baginya suara namja itu
adalah suara terindah yang pernah ia dengar.
“
kau tidak ingin mengatakan apapun padaku ? “ , Yoonyi segera menggenggam
tangan Taemin begitu ia menarik kursi kecil yang selalu diletakan dibawah kasur
dan mendudukinya. Fokusnya kini hanya pada namja
yang menatapnya lembut sambil terus tersenyum.
“
Aku merindukanmu “ , ucap Taemin lirih namun masih dapat didengar Yoonyi.
Jelas, dengan jelas, bahkan terlampau jelas. Namja itu kini menggerakan
tangannya pelan dan menghapus air mata Yoonyi yang tak berhenti jatuh dengan lembut.
“
Dan aku merasa sangat hangat karna Noona ada disini “, Taemin melanjutkan
kalimatnya seraya mengalihkan pandangan pada daun yang berterbangan dari jendela kamarnya.
“ Apa mungkin karna sedang musim gugur , aku
selalu kedinginan selama tidurku. Tapi anehnya, “ Taemin menggantungkan kalimatnya, lalu
mengeratkan genggaman tangannya yang sebelumnya hanya menerima genggaman
Yoonyi. “ aku merasa sangat hangat
bersamamu, noona “ .
Yoonyi
hanya tersenyum, benarkah apa yang dikatakan Taemin itu benar ?
“
Aku juga “
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
TBC.....................
Akhirnya,,,Part I selesai juga dalam
kurun waktu yang nggak sebentar. Padahal plotnya udah ada tapi ternyata
waktunya selalu sempit karna aku hanya meminjam laptop umi^^.tapi, syukurlah
semua sudah kkeut.
author minta maaf jika ada yang masih
belum jelas dari part I karna pembukaan hanyalah sebuah pembukaan.
Hahah,,,semoga aku bisa melanjutkan part II dengan cepat...
Terimakasih. Tolong coment, kritik, saran
dan koreksi karna tujuanku mempost ff ini adalah mendapatkan banyak pengalaman
dan pelajaran berharga. THANK U
