Selasa, 07 Januari 2014

Our Life (PART I)



Author  : Ajeng Dwi Novitasari a.k.a Yoonyi chan
Main Cast       : ** Song Taemin(lee Taemin SHINee)     ** Song Joongki
                            ** Song Yoonyi                                          ** Kim Yoona
Support Cast  : ** Park Sehun ( sehun Exo) ** Cho Theena                         
Lenght : Sequel                
Rating   : G
Genre :  Life , Friendship, Love , Family
A.N      : Anyeong ^^,,,, FF sequel ku,,sebenarnya ada banyak sequel lain yang masih ngendep di topie(laptop) yang lagi rusak dan ada beberapa di tabie(tab) yang belum selesai. Mohon maaf kalo part selanjutnya agak lama karna lagi disibukan urusan sekolah karna bentar lagi ujian nasional. Yup,,,author 98’line, kelas 9.
         Selamat membaca ^^
...............
Keep smile evertough it hurts_taem^^ HAVE A NICE READ
THE CAST :
**  Song Joong Ki
       Namja tampan pemilik cafe kecil di daerah Hongdae sekaligus seorang wakil direktur J.K Coorporation di daerah distrik,Kangnam. Sifat : Lembut, berpendirian teguh, care dan mudah mengalir. Adalah tipikal namja yang mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang lain. Sifatnya yang care kepada semua orang kadang membuat orang didekatnya salah mengartikan kepeduliannya. Sangat sulit untuk membedakan antara sikap biasa dan sifat khususnya pada seorang Yeoja ( wanita ) .
      Namja berumur 24 tahun dan merupakan anak tertua dari keluarga Song . Adik laki-lakinya bernama Song Taemin.
** Song Taemin
      Namja imut dan manis yang merupakan mahasiswa Hae On University jurusan Broadcast music. Adik dari Joongki dan merupakan tipikal adik yang penurut dan penuh kasih sayang , namun ia mengekspresikannya dengan cara nya sendiri. Sifatnya sangat gentle dan ceria. Berperasaan halus, penurut dan sedikit manja . Namun sangat sulit baginya mengontrol emosi saat ia merasa menyusahkan orang lain atau saat ia sedang marah. Karna hal yang paling ia benci adalah menjadi beban bagi orang lain. Juga mudah marah pada orang yang penting baginya .
      Namja berumur 21 tahun dan anak bungsu dari keluarga Song .
** Park Sehun
       Namja dengan sifat dingin dan kasar , juga terkesan seperti makluk yang tidak berperasaan pada orang yang membuatnya merasa tidak nyaman . Namun , hal itu bisa berubah drastis pada orang yang membuatnya nyaman . Sehun adalah mahasiswa Hae On university jurusan kedokteran. Sangat acuh pada yeoja-yeoja yang berlebihan dalam bertingkah dan bersikap, namun sangat sopan pada orang yang lebih tua darinya .
     Sehun adalah Namja yang ahli dalam hal memperlakukan yeoja dengan baik maupun menyakiti yeoja dengan sangat mengerikan. Karna dari keluarga kaya , Sehun paling sering mengganti Style dan kepribadiannya . Umur 22 tahun dan adalah sahabat kecil Taemin .
** Kim Yoona
         Yeoja ceria yang selalu hidup dengan bersemangat. Kepribadian hingga cara hidupnya sangat sederhana , dan selalu ada bagi siapapun yang membutuhkannya . sulit baginya untuk beradaptasi dengan orang lain namun sangat profesional dalam semua hal yang dilakukannya. Satu-satunya kelemahan Yoona adalah ia tidak mengerti tentang cinta dan lemah dalam menghadapi  semua masalah yang berhubungan dengan cinta .
        Mahasiswa Hae On university jurusan sastra bahasa , berumur 23 tahun .
** Song Yoon Yi
         Yeoja baik hati dan sangat peduli dengan lingkungannya. Namun, memiliki sikapnya terkadang lebih mementingkan diri sendiri . Yoonyi selalu menjadi pusat perhatian karna sifatnya yang ramah , sopan dan berpikiran cerdas .
       Yoon yi memiliki kesulitan dalam mengerti dirinya sendiri dan juga dalam menujukan perasaan pada orang yang penting baginya. Ia lebih memilih memendam perasaanya daripada menjadikan hubungannya dengan orang lain menjadi canggung. Sangat pandai menilai dan mengerti perasaan orang lain namun acuh  disaat yang sama. Jika berbuat sebuah kesalahan , hal itu akan diingatnya hingga mati. Yoonyi adalah mahasiswa Hae On University jurusan kedokteran. Umur 23 tahun dan merupakan anak tunggal .
** Cho Theena
        Yeoja beperasaan halus yang paling tidak suka di acuhkan , diremehkan , dan dihina orang lain. Theena adalah putri tunggal pemilik perusahaan besar di New York. Gaya hidupnya sangat mewah dan up-to-date , tidak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Theena sangat peduli dengan perubahan model pakaian , sehingga membuat banyak orang tercengang setiap saat.
       Baginya, sangat mudah untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan, kekayaan dan kecantikannya selalu membuat semua namja menyukainya. Sehingga sangatlah mudah baginya untuk menggaet siapapun yang ia sukai dan membuang saat sudah bosan . Theena adalah mahasiswa Hae ON University jurusan Desain. Umur 23 tahun dan merupakan anak tunggal .

PART I :               
 ” Aku muak dengan yeoja murahan yang suka mengerubungi makanan mewah sepertimu “
                         
                                                 ****PART I*****NICE TO MEET YOU ^^*******
     
            Kling....kling.....
Suara gemercing bel memenuhi  seluruh ruangan begitu Yeoja itu mendorong pintu kayu itu perlahan. Bola matanya kini sibuk menjelajah setiap sudut cafe dengan cermat, dan seperti yang ia duga tempat ini selalu sepi saat tengah hari .
      Aroma khas kopi tercium indranya, menyingsing kepenatan menjadi sebuah perasaan lega. Hilir mudik terlihat lenggang, membuat siapapun tidak akan percaya bahwa cafe ini berada di daerah anak muda korea, Hongdae.
    Setidaknya, hidup memang harus terus berubah .
      Pikir yeoja itu sambil melangkahkan kaki jenjangnya ke dipan kayu yang berdecit karena massa tubuhnya. Manik matanya kini tertuju pada satu sudut, dimana ada kursi berdiri manis dibalik sekat berwarna coklat yang berfungsi sebagai pembatas.
      Warna coklat mendominasi cafe ini, mulai dari furnitur hingga seragam para pelayannya. Yeoja itu menarik kursi dan memberi ruang tubuhnya untuk duduk, lalu merapatkan diri ke meja kecil di depannya.
      “ Selamat datang di J.K BrownCafe, ada yang bisa saya bantu ? “ , suara datar namun terkesan lembut itu menyambutnya ramah, lengkap dengan senyum tipis pemilik suara yang kini berdiri tepat di depan Yeoja itu.
       “ J.K Brown latte dan J.K Brown Chococake “ , yeoja itu menyahut tanpa banyak berpikir, seolah jawaban itu sudah tertahan lama di ujung lidahnya. Yeoja itu mendongak dan tersenyum pada namja di depannya.
      “ Ada hal lain yang bisa saya bantu ? “
      “ Tidak ada “
     “ Baiklah, saya permisi “  , sahut namja itu seraya menunduk hormat, lalu  melenggang masuk ke ruangan yang yeoja itu yakini sebagai dapur. Kim Yoona, yeoja itu tersenyum manis begitu sosok namja itu menghilang.
     “ Boleh aku menanyakan sesuatu ? ” , Yoona berucap pelan seolah berbicara pada namja yang tak terlihat dimana pun itu . “ Aku selalu datang ke cafe ini 5 tahun terakhir, apa kau sadar akan hal itu ? “ .
                                                                       ~~~~~~~~~~~~~~~~
       Cho Theena.
     Satu nama yang selalu terngiang dalam memori namja yang sibuk memainkan bingkisan buah di tangannya , kejadian lama itu ternyata telah meninggalkan sebuah perasaan bersalah di jiwa dingin Park Sehun.
     Namja itu memegang tengkuknya gelisah, tak henti-hentinya ia menghela napas panjang karena yeoja itu. Namun, lamunannya sirna begitu sosok wanita dengan kerutan yang jelas di wajahnya muncul dan membuat Sehun terlonjak, lalu tersenyum manis pada wanita yang tersenyum haru di hadapannya .
     “ sehun-kun “  , sapa wanita itu lembut.
     “ aku pulang, Mama “ , ucap Sehun. Dalam bahasa Jepang.
       ~~
      “ bagaimana sekolahmu ? baik ? “  ,nyonya Miry meletakan shasimi dari sumpitnya ke mangkuk nasi Sehun yang lalu menangguk untuk menjawab pertanyaan ibunya.
       “ Mama, aku merindukanmu “ , ucap Sehun dengan ekspresi polosnya. Sungguh, ia terlalu merindukan wanita di depannya hingga ia rela pergi  jauh ke Jepang hanya untuk menemui  wanita itu.
       “ Kapan kau kembali ke korea  ? Ayahmu pasti khawatir “ , nyonya Miry meletakan potongan daging ikan ke mangkuk Sehun yang hanya menghela napas pelan mendengar ucapan ibunya.
       “ Apa kau ingin anakmu ini pulang secepatnya ? Aku bahkan belum sempat pergi  ke rumah nenek “  Sehun mengambil sumpitnya dan memakan potongan ikan di mangkuknya. Nyonya Miry hanya mendesah ringan.
      ” Tidak perlu , Mama akan menyampaikan salammu pada nenek. Tapi, kau harus kembali secepatnya. Ayah dan ibumu akan khawatir “ , tegas Nyonya Miry meskipun ia tahu Sehun akan tersakiti dengan kalimatnya.
      “ Ibu ? siapa ibu yang Mama maksud ? “
     “ Kau pasti tahu siapa , jadi pulanglah secepat mungkin “  Nyonya miry memaksakan senyum sambil terus memerhatikan sehun yang mengunyah makanannya pelan. Namun, tak lama perhatian Nyonya Miry beralih pada gaya pakaian yang dikenakan putranya.
      “ Sehun-kun, kau mengganti gaya pakaianmu lagi ? apa Sehun ku mempermainkan seseorang lagi ? “ , Nyonya Miry menyumpit nasi dan mengunyahnya pelan. Menunggu jawaban dari Sehun yang sibuk memainkan nasinya.
      “ Sepertinya begitu “ , jawab Sehun lalu menyumpit daging dan memasukannya dalam mulutnya.
      “ Sehun-kun “  , panggil Nyonya Miry lirih lalu meletakan sumpitnya. Namun, Sehun pura-pura tak peduli dan tetap sibuk dengan makananya.
       “ Ng,,,kenapa ? “
      “ Bisakah kau berhenti mempermainkan wanita demi Mama ? “ , Nyonya Miry menatap putranya penuh harap. Namun, sepertinya ia tak bisa berharap banyak saat Sehun hanya menatap nasinya tajam.
       “ Lalu, aku akan memberikan harapan palsu pada mereka ? menyakiti orang lain dalam arti yang sebenarnya ? membuat orang lain tersiksa karna sadar bahwa cinta itu buta dan menyakitkan ? “
       “ Cinta tidak seburuk itu sehun-kun, “  
       “ Jika cinta memang seindah yang orang lain katakan ,,,” Sehun mendongak dan menatap ibunya . “ Kenapa Mama harus hidup menderita seperti ini ? Jika cinta seindah yang selalu mama katakan, kenapa aku tidak mengerti apapun tentang itu?”  , Sehun kembali menunduk dan menatap butiran nasi yang seolah mengejeknya.
       “ Aku takut cinta itu akan kembali menciptakan rasa sakit , mama ! , dan itu akan menciptakan banyak yeoja seperti mama. Yang dibutakan pidato sakral penyebar cinta, yang tertipu rayuan manis penjahat cinta lalu pada akhirnya terdiam penuh penyesalan sepanjang akhir hidupnya. ”  Sehun bangkit , “ Seperti mama “ lanjutnya. Dengan nafas sedikit tersengal, namja itu membungkuk hormat pada wanita yang menatapnya nanar.
       “ Maafkan aku mama, aku tidak bisa “ .
                                                            ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    “ Kau datang ke cafe itu lagi ? “ , Yoonyi, yeoja itu tersenyum tipis pada Yoona yang sibuk membolak balik modul mata kuliahnya dengan cepat. Hanya fokus pada gambar anatomi tubuh manusia tanpa ada keinginan untuk mempelajarinya lebih jauh.
      “ tidak “ , jawab Yoona berbohong. Tentu saja yang dibohongi hanya tertawa. Sangat mudah mengetahui ketidakjujuran seorang Kim Yoona.
     “ baiklah,,,,”  , Yoonyi menangguk dengan ekspresi yang dibuat-buat.
      “ aku tidak bohong”  , tandas Yoona setengah berteriak.     
      ” baiklah ! kau ingin aku menjawab apa ? “  , Yoonyi menahan senyumnya lalu menyambar buku ditangan Yoona.  “Aku ada kuliah hari ini “, Yoonyi memasukan bukunya kedalam tas lalu menatap Yoona yang sibuk melamun.
       “ Dan hari ini, aku harus pergi ke suatu tempat “ , lanjut Yoonyi.
      “ Yoonyi-yah, apa kau tau Park Sehun itu siapa ? “ Yoona mendadak teringatkan sebuah nama yang akhir akhir ini berkelebatan di kepalanya. Yoonyi menangguk.
      “ Dia Juniorku , memangnya kenapa?”, Yeoja itu tampak menimbang sesaat, namun akhirnya hanya menggeleng.
       “ Tidak ada, hanya penasaran saja, dan Oh! “ Yoona tampak terkejut begitu melirik  arjolinya. “ Aku ada janji dengan Theena, kau ! semoga harimu menyenangkan “ . Yeoja itu segera berlari lewat pintu bertuliskan EXIT sedikit terburu-buru, sementara Yoonyi hanya mampu terdiam di tempatnya.
        Dan, Oh!, Yeoja itu sedikit menyesal karna telah membohongi sahabatnya sendiri. Sebenarnya ia tidak ada jadwal kuliah hari itu, tapi ia benar-benar harus pergi ke suatu tempat. Sendirian.
                                                                  ~~~~~~~~~~~~~~`
        Alat pendeteksi detak jantung, tirai transparan, tabung oksigen, pelembab udara, masker oksigen dan selang selang tersusun rapi di ruangan sempit itu. Diluar ruangan, beberapa orang tampak lalu lalang tanpa mengetahui  perjuangan Namja di dalam ruangan itu.
        Ya! Sosok namja yang tetap bernafas terlihat dari dadanya yang naik turun, serta uap air yang memebasahi masker oksigennya. Jantung milik sosok itu tetap berdetak walaupun lemah. Dan suara alat pendeteksi jantung terdengar nyaring menggema diruangan sempit itu. Namun setidaknya, suara itu mampu menjelaskan bahwa sosok itu masih hidup.
        Perlahan, suara kenop pintu yang berputar terdengar. Diiringi munculnya sosok Yeoja yang menyunggingkan senyum begitu menutup pintu dengan perlahan, khawatir suaranya membangunkan Namja itu.
       Seperti yang ia duga, namja itu masih tertidur. Tetap sama dengan keadaannya 3 hari yang lalu, setelah ia menjalani operasi ke-7 nya.
       Yeoja itu mendesah ringan, ia selalu merasa sesak menyadari penderitaan namja dihadapannya tak kunjung berakhir. Walaupun 3 tahun berlalu, nampaknya penyakit itu enggan pergi dari tubuh kurus itu. Tubuh yang terlalu ringkih.
       Yeoja itu bergerak perlahan, mendekati ranjang namja itu dan berhenti tepat di sampingnya. Ia menarik kursi kecil tak jauh dari tempatnya berdiri, lalu duduk sambil terus menyunggingkan senyum. Ia memandangi wajah namja yang semakin pucat setiap harinya, lalu tangannya menyentuh telapak tangan yang sedingin es itu sedikit gemetar.
      “ Taemin-ah”, panggil yeoja itu lirih, lalu menggengam telapak tangan sosok itu semakin erat. Rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya,  tanpa sadar air matanya luruh begitu saja. Yeoja itu menarik jemari sosok itu dan menempelkannya di pipi kananya.
      “ Kenapa tanganmu dingin sekali ? “ , gumam Yeoja itu lirih, lalu mengelus telapak tangan sosok itu pelan.
      “ Aku merajut sarung tangan untukmu,, Yeoja itu menatap wajah polos itu walaupun pandangannya mulai tak jelas karna tertutup butiran air matanya. “ Musim panas belum berakhir, tapi kenapa aku selalu kedinginan ?” , Yeoja itu terus bergumam. Walau ia tau ia seperti berbicara pada batu, itu lebih baik daripada tak ada tempat untuk diajak bicara. Butiran air mata semakin deras membasahi wajahnya. Bahkan, ia tidak bisa lagi menahan isakannya.
       “ Apa mungkin kau sama kedinginannya denganku ? ” , Yeoja itu mengeratkan genggamannya.   “ Aku benar-benar merindukanmu Taemin-ah,  sungguh “  , Yeoja itu menenggelamkan wajahnya ke badan  sosok itu. Menangis sepuas-puasnya hingga ia tak menyadari seorang namja memperhatikannya dari balik pintu.
                                                                        ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
       Alunan musik klasik mengalun lembut di dalam mini bar itu, membuat para pengunjung semakin terlena untuk menambah porsi Vodka atau Rum tanpa banyak berpikir. Setidaknya itu adalah ide brilian untuk menaikan omzet bar itu.
      “ HEI,, MIR! Boleh aku tambah Vodkanya lagi ? “ ,, Theena, yeoja itu melambaikan tangan pada bartender muda yang hanya menangguk lalu berlalu ke tempat penyimpanan minuman keras dibelakang bar. Tak lama, sosoknya muncul sambil menenteng sebotol minuman yang diminta yeoja itu.
       Bartender itu menuangkan cairan coklat bening itu ke cangkir kecil di hadapan Theena, yang hanya sibuk memainkan Handphone flip merahnya.
      “ Aishh,,,Kim Yoona !! aku menyuruhmu datang 30 menit lebih awal “  ,,Theena menutup flip merahnya dan mulai fokus pada  cangkir dihadapannya. Sejenak , ia teringatkan kejadian beberapa hari yang lalu, yang sukses membuatnya hampir gila sekarang.
        #flashback
      “ HEI,, Nona “  Theena terkejut setengah mati saat sosok yang ia ikuti setiap hari itu mendadak berbalik, menunjukan sorot matanya yang mengulitinya hidup-hidup. Theena hanya bisa terdiam di tempatnya saat sosok itu berjalan ke arahnya.
       “ Ng,,,aku ? “  , Theena tertunduk.
       Hening sesaat, Sehun, namja itu mendengus kesal tepat di hadapannya. Lalu mencengkram bahu Theena kuat-kuat.
        “ Berhenti mengikutiku, kau pikir aku suka diikuti penguntit “  Ucap Sehun tajam, tanpa dialog pembukaan atau salam. Namja itu lalu melepas cengkramannya, dan menatap yeoja didepannya lekat-lekat.
        “ aku muak dengan yeoja murahan yang suka mengerubungi makanan mewah sepertimu, kau tau ? “ , Sehun mendecak pelan , lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Theena.
         “ Jika kau masih punya harga diri, berhenti mengikutiku. Berhenti bertingkah bodoh dan memperlakukan orang lain seolah orangtuamu tidak mendidikmu, atau jangan-jangan,”  Sehun menjauhkan wajahnya lalu tersenyum sinis. “ Orang tuamu tidak mendidikmu ? “ lanjut Sehun lalu mengalihkan pandangannya.
         “ Benar juga, lagipula hanya anak dari keluarga berantakan yang akan berperilaku rendah “ , hina Sehun , membuat Theena mendongak saking terkejutnya. Namun, Sehun tetap sama. Menatapnya tajam, lalu berbalik daan melangkah pergi seolah ia melakukan hal yang benar.
 #flashback End
         Theena mengacak rambutnya frustasi, lalu meneguk minuman pahit itu dalam sekali tegukan. Rasa pahit itu kini memenuhi indra perasanya, namun ia tak peduli.
         Yeoja itu hendak menuang vodka lagi saat tangannya tertahan oleh sesuatu.
        “ Jadi, tempat untuk melepas stresmu, di tempat ini ? “ , Yoona, Yeoja itu mendecak kesal .
                                                              ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
         Minum ! “ Yoona menyodorkan sekaleng kopi hangat yang baru dibelinya dari mesin minuman di dekat taman. Theena segera menyambarnya lalu kembali menunduk.
        Udara terlalu panas hari ini, namun entah kenapa Yoona malah membeli kopi hangat, batin Theena sedikit penasaran. Namun, ia tak ingin menanyakan hal itu sekarang. Kepalanya terasa begitu penuh sampai ia tak mengerti apa yang berputar dikepalanya sekarang.
      Theena membuka minuman hangat ditangannya, lalu memandanginya. Coffe Latte. Ia tentu tidak akan lupa jika Yoona adalah penggemar berat kopi, terutama Latte. Theena lantas menyesapnya ringan, merasakan hangatnya minuman itu ditenggorokannya, lalu lambat laun mulai mengembalikan kesadarannya.
        “ Park Sehun lagi?” tanya Yoona saat yakin yeoja di sampingnya telah sadar dari mabuknya.
       Theena mendesah ringan, lalu menangguk. Ia memang berharap bisa menyimpan segala hal buruk itu sendiri, tanpa perlu melibatkan orang lain. Namun, itu adalah hal yang mustahil dilakukan seorang Cho Theena.
        Perlahan, Theena mulai menceritakan semuanya dengan detail, bahkan sangat detail. Yoona hanya bisa terdiam walaupun jujur ia merasa sangat marah saat sadar apa yang dihadapi Theena memang bukan hal mudah. Namun, ia juga tidak bisa menyalahkan Sehun sepenuhnya.
       Tidak ada yang bisa disalahkan jika sudah seperti ini ceritanya, Yoona membatin.  Akhirnya, Yoona memilih tidak peduli. Lagipula, bahkan jika ia ingin membantu , tidak ada hal yang ia lakukan.
      “ Aku tidak mengerti  apa sebenarnya yang salah dariku, Yoona-yah “  , ucapan Theena mengejutkannya. Yoona kini menatap sahabatnya yang ternyata sedang menangis itu, lalu merengkuhnya pelan.
           “ Hei, hei,,! Tidak ada yang salah denganmu, ia hanya belum bisa mengerti perasaanmu padanya “. yoona menepuk punggung Theena pelan, berusaha menenangkan yeoja yang tidak berhenti menangis itu.
       “ Tapi, apa kau yakin ia peduli bahkan jika mengetahuinya ? “ , Theena berucap sambil terisak.
       “ Of course “ jawab Yoona mantap. Walau sebenarnya ia juga meragukan ucapannya sendiri.
                                                          ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
         Matahari musim gugur sudah naik, menerobos masuk jendela yeoja yang masih berkenala dalam mimpinya. Namun, siluetnya memanas seiring berjalannya waktu, membuat yeoja itu menggeliat dan merapatkan selimutnya.
        Jam terus berdetak, menggurlirkan waktu menuju sebuah keadaan baru, yang berbeda dengan ihari kemarin. Matahari semakin naik dan menyapa yeoja itu lagi. Kali ini tidak ramah, cahayanya begitu terik dan panas hingga membuat yeoja itu bangkit dari tidurnya lalu terduduk di sisi ranjang.
       Namun, bukannya bangkit , ia malah menangkat lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya. Rasa putus asa menyeruak alam sadarnya, membuat yeoja itu mendesah pelan lalu mengangkat pandangannya.
     Sudah 1 bulan sejak operasi terkutuk yang sangat ingin dihindarinya itu, namja itu tak kunjung terbangun dari tidurnya. Entah apa yang terjadi, bahkan dokter hebat dari luar negeri pun tak bisa berkata apapun. 
       Yeoja itu menurunkan kakinya menyentuh ubin kayu yang sedingin es di bawahnya. Musim gugur sudah datang, batin yeoja itu. Pandangannya kini tertuju pada sarung tangan yang tergantung di dinding kayu tua yang mulai memudar warnanya, lalu tersenyum.
      “ Apa anak itu masih memakainya ? “ tanyanya pelan, lalu bangkit.
       Ia harus pergi ke rumah sakit hari ini, harus.
                                                   ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
        Yoona  meniup tangannya yang mulai membeku, entah mengapa ia kembali meninggalkan sarung tangannya di rumah di saat yang penting seperti  ini. Telapak tangannya memerah, hawa dingin benar benar tidak ramah padanya hari ini.
       Entah berapa kali iris matanya menatap ke berbagai tempat, ia selalu dapat menangkap bayangan Caffe didepannya. Beberapa detik kemudian, ia berbalik saat sesosok namja dengan coat coklat tergesa-gesa keluar dari sana, lalu berlari ke mobil silver yang terparkir di depan Cafe itu.
      Setelah yakin sosoknya sudah pergi, Yoona berbalik dan menghela nafas lega melihat mobil silver itu semakin menjauh.
       Tanpa sadar, Yoona tersenyum tipis lalu melanjutkan jalannya.
 ~~~~~~~
      “ Annyeong ^^”,  Theena menyapa ramah begitu Yoona duduk didepannya. Bola matanya menelisik ke segala penjuru perpustakaan, namun sosok yang ia cari tidak kunjung terlihat.
       “ Yoonyi mana ?” tanya Yoona akhirnya.
      “ Dia harus pergi ke suatu tempat. “ jawab Theena cepat tanya beralih dari buku dihadapannya sedikitpun. Bibirnya melantunkan sebuah nada. Kedua kakinya berayun-ayun pelan. Tampaknya cuaca buruk bukanlah sebuah masalah bagi Cho Theena yang omong-omong memakai pakaian tipis di hari sedingin ini.
       Setidaknya, ini lebih baik dari hari itu, batin Yoona.
       Dia selalu pergi akhir-akhir ini, membuat khawatir saja “, Yoona mencibir. Ia benar-benar penasaran apa yang dilakukan yeoja itu.
       “ kenapa aku tidak melihat Park Sehun hari ini ?” , walau samar Yoona dapat mendengar gumaman Theena yang terdengar menyedihkan baginya. Yoona hanya menghela nafas pelan lalu menatap Theena yang sibuk membolak balik buku di hadapannya.
       “ Kau masih menyukai Park Sehun “, tanya Yoona lembut. Sebenarnya ia ingin sekali Theena melupakan sosok Sehun yang dicintainya tewas-tewasan itu, tapi itu tidak akan membantu karna setelahnya akan sangat sulit melihat senyum diwajah yeoja yang kini menatapnya sendu.
       Theena melengos, lalu menangguk pelan.
       “ Ng,,aku menyukainya “ , aku Theena dengan segurat senyum kecil di wajahnya. Mungkin itu terlihat manis bagi orang lain, namun terlihat  menyedihkan bagi Yoona.
       “ Woah,,,aku benar-benar penasaran sebenarnya Park Sehun itu makhluk apa “ Yoona mengomel  heboh sambil mengipasi wajahnya yang mendadak panas. Theena hanya tertawa kecil lalu kembali fokus pada bukunya.
      Jatuh cinta itu indah, jadi jangan pernah takut jatuh cinta. Hadapi saja, cinta itu akan menghidupkan semua sel mati dan menjaganya tetap hidup.
         Kalimat itu kembali terngiang dikepala Yoona. Kalimat sakti yang mampu membuat Yoona tersenyum se-menyebalkan apapun Theena dan Sehun dimatanya. Dan tentu, alasan Theena hidup hari ini adalah Sehun.
        “ Tapi, aku penasaran sekali tentang Yoonyi, selama ini ia tidak pernah berbicara apapun jika ada hubungannya dengan hal ‘itu’ “ , Theena mendadak menutup bukunya dan berlagak serius sambil menatap langit-langit.
           Yoona hanya mengernyit, hal ‘itu’? ah! Jatuh cinta ?
         “ benar juga” , Yoona mengangguk setuju. “ apa ia tidak pernah jatuh cinta ?” .
                                          ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
       Suara derap langkah menggema disepanjang koridor rumah sakit yang mulai tersentuh cahaya matahari pagi yang begitu terik, hingga akhirnya berhenti di sebuah bilik bernomor 177-B2. Seorang dokter membetulkan letak kacamatanya dan menarik nafas dalam sebelum akhirnya membuka pintu bilik.
       “ Seonsengnim “, seorang wanita berusia 40-an itu segera menghambur kearahnya begitu pintu terbuka. Wanita itu terlihat sangat khawatir dan kelelahan, dan itu tentu membuat pria yang dipangginya seonsengnim itu menghela nafas lagi.
       Keluarga ini sangat luar biasa, batin dokter Jang. Dokter pribadi Lee Taemin, putra Nyonya Lee yang kini menangis sesegukan begitu melihat pria yang dianggapnya malaikat penyelamat selama ini.
       “ Taemin-ku, bagaimana keadaan Taemin-ku Seonsengnim ?” , nyonya Lee menangis histeris melihat pria itu tak bisa berkata apapun. Dokter Jang hanya menunduk sedalam-dalamnya, mengisyaratkan penyesalan yang teramat sangat. Begitu juga dengan  beberapa dokter di belakangnya.
      “ Taemin-ah,,,Taemin-ah ,,,Ah!!” , Nyonya Lee menangis histeris sambil memukul Jang Seonsengnim yang hanya mampu menggeleng frustasi.
       “ Eomma,,geumanhaeyo ( tolong hentikan ),,” , seorang namja iyang sedari tadi hanya terdiam itu kini merengkuh Nyonya Lee, menepuk pundak wanita yang paling dicintainya.
        Tidak ada yang bisa dilakukan lagi.
       “ Mul, mul, ( air, air ) “ , mendadak terdengar rintihan pelan yang sontak membuat seluruh orang terlonjak kaget dan segera menghampiri  pasien yang kini merintih tak karuan. Terutama Nyonya Lee yang segera menghambur dan memeluk putranya itu penuh haru.
       “ Aigoo,, terima kasih,,,terima kasih “ , kalimat itu tidak berhenti terucap dari lisan Nyonya Lee yang sibuk memeluk putranya erat-erat. Tak ada satupun kalimat yang bisa menggambarkan betapa bahagianya keluarga itu sekarang.
       “ Gumawo adeul,,( terima kasih anakku ),,,gumawo uri Taeminee”  , gumam Nyonya Lee tepat ditelinga putranya yang hanya bisa tersenyum tipis. Akhirnya ia kembali, benar-benar kembali.
        “ Eomma, aku haus”
                                                        ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
        “ NAE ?? JINJJA-YO SEONSENGNIM,,JEONGMAL GAMSAHAMNIDA,,,GAMSAHAMNIDA “ , Yoonyi membungkuk heboh sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, seolah ponsel itu adalah orang yang ditelponnya.
        Ia tak peduli berapa pasang mata yang kini menatapnya sambil tertawa geli atau menghinanya, tentu saja! Berita paling membahagiakan dihidupnya telah ia dengar sendiri.
        Yoonyi segera memasukan ponsel flip birunya dan berlari secepat yang ia bisa.
~~
         Tok..tok..tok..
      Taemin, namja yang sedari tadi sibuk menatap keluar jendela itu mengalihkan pandang ke arah pintu yang masih tertutup rapat. Beberapa detik ia menunggu, namun akhirnya hanya mengangkat bahunya pelan. Berusaha meminta pada diri sendiri agar tidak memunculkan fantasi horornya.
        Tok..tok..tok..
       Lagi. Taemin kembali menatap pintu itu lagi.
       “ Masuk “ , Taemin memaksakan pita suaranya bekerja.
       Kreeek.
      Akhirnya pintu terbuka. Hingga akhirnya muncul seorang yeoja yang selalu datang dalam bunga tidurnya itu. Menatapnya penuh rindu yang teramat sangat hingga dapat ia rasakan.
      “ Taemin-ah “ , panggil sosok yeoja yang kini berdiri di ambang pintu itu lirih. Langkahnya masih terasa berat, tak percaya sosok yang selalu ia lihat tertidur seperti tidak akan bangun lagi itu tersenyum padanya.
      Yeoja itu melangkah mendekat dan segera memeluk Taemin yang hanya bisa memejamkan matanya perlahan. Sungguh, ia tidak bisa melakukan hal yang lebih dari itu.
      “ Neo Gwenchana ? “ , yeoja itu mengusap penutup rambut namja yang hanya bisa menggerakan kepalanya lemah sebagai jawaban.
      “ Kau mengenalku kan ?” , yeoja itu kembali bertanya. Membuat namja itu kembali menggerakan kepalanya. 
       Yoonyi, yeoja itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah namja yang selalu membuatnya khawatir itu sambil tersenyum.
       “ Duduklah, Noona” , pinta Taemin dengan suara seraknya. Bahkan terdengar asing seolah ia adalah orang yang baru mempelajari bahasa korea. Tapi, Yoonyi tidak peduli, malah baginya suara namja itu adalah suara terindah yang pernah ia dengar.
        “ kau tidak ingin mengatakan apapun padaku ? “ , Yoonyi segera menggenggam tangan Taemin begitu ia menarik kursi kecil yang selalu diletakan dibawah kasur dan mendudukinya. Fokusnya kini hanya pada namja yang menatapnya lembut sambil terus tersenyum.
       “ Aku merindukanmu “ , ucap Taemin lirih namun masih dapat didengar Yoonyi. Jelas, dengan jelas, bahkan terlampau jelas. Namja itu kini menggerakan tangannya pelan dan menghapus air mata Yoonyi yang tak berhenti  jatuh dengan lembut.
       “ Dan aku merasa sangat hangat karna Noona ada disini “, Taemin melanjutkan kalimatnya seraya mengalihkan pandangan pada daun yang berterbangan  dari jendela kamarnya.
       Apa mungkin karna sedang musim gugur , aku selalu kedinginan selama tidurku. Tapi anehnya, “  Taemin menggantungkan kalimatnya, lalu mengeratkan genggaman tangannya yang sebelumnya hanya menerima genggaman Yoonyi. “ aku merasa sangat hangat bersamamu, noona “ .
       Yoonyi hanya tersenyum, benarkah apa yang dikatakan Taemin itu benar ?
      “ Aku juga “
                                                            ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
       TBC.....................
       Akhirnya,,,Part I selesai juga dalam kurun waktu yang nggak sebentar. Padahal plotnya udah ada tapi ternyata waktunya selalu sempit karna aku hanya meminjam laptop umi^^.tapi, syukurlah semua sudah kkeut.
       author minta maaf jika ada yang masih belum jelas dari part I karna pembukaan hanyalah sebuah pembukaan. Hahah,,,semoga aku bisa melanjutkan part II dengan cepat...
      Terimakasih. Tolong coment, kritik, saran dan koreksi karna tujuanku mempost ff ini adalah mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. THANK U
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar